Thursday, December 10, 2015

Epistemologi Modern; Analisa terhadap Pengetahuan

Beragam pendekatan dalam menganalisis esensi pengetahuan. Misalnya menganalisa pengetahuan dari sisi fungsinya atau menganalisa pengetahuan dari aspek pengetahuan sebagai prihal yang bersifat partikukar serta menganalisa pengetahuan dari aspek kaitannya dengan persoalan proposisional. Pembahasan kita terkait dengan pengetahuan dari sisi proposisional bahwa, maksud dari pengetahuan disini adalah terkait dengan relasi dari pengetahuan tersebut yaitu proposisi. Maksudnya seseorang memahami atas suatu proposisi. Oleh karena itu definisi pengetahuan...

Monday, December 7, 2015

Kesadaran dan Kejahilan

Di dunia ini hanya ada satu keutamaan, dan itu kesadaran. Dan hanya ada satu dosa, dan itu kejahilan. Dan adapun diantara keduanya, keterbukaan dan ketertutupan setiap mata adalah satu-satunya pembeda antara manusia sadar dan manusia jahil. ~ Rumi Langkah pertama sampai ke tingkat kesadaran adalah memusatkan diri pada tindakan, perkataan, dan pikiran. Saat manusia memahami kondisi-kondisi yang terjadi pada dirinya, baik itu pikiran, imajinasi, dan juga kehidupan dirinya, pertanda bahwa ia telah memiliki satu tahap kesadaran tertentu atas realitas...

Tuesday, December 1, 2015

Aku dan Aku

Aku tidak tahu siapa sebenarnya “Aku”. Tetapi, ketika aku berjalan ke dalam diriku sendiri, maka aku pun terkejut : ternyata “Aku” adalah suara milik-Mu, gema yang terpantul dari “Dinding - Keilahian”. ~ Rumi Takwil; "Aku tidak tahu siapa sebenarnya aku". Pertanyaan mengenai diri yaitu aku adalah pertanyaan eksistensial. Suatu pertanyaan eksistensial membutuhkan pendekatan eksistensialis atau pendekatan fenomenologis, sebab fenomenologis bagian dari mode eksistensi. Aku secara fenomenologis dapat dimaknai sebagai aku yang nampak secara alamiah...

Friday, November 27, 2015

AKU EKSISTENSIALIS

Aku lahir di dunia, Aku telah menjadi, Aku telah meng-ada, Aku datang dengan fenomena, Aku menjadi tumbuh dan besar, Aku melompat dan sebagian dari badankumelompat, Aku membuat badanku melompat, Aku melompat dari satu titik menuju titik  yang lain, Aku melompat dari tempatku,  Aku melompat dari tempatku menuju  tempat lainnya, Aku harus melompat, aku mesti dapat  melompat, Aku melompati dan melewati lidahku, Aku memiliki persepsi,  Aku mulai mendefinisikan diriku, Aku menjerit dan aku berbicara, Aku mulai mendengarkan keributan,  Aku mencoba memilah keributan, Aku membuat keributan, Aku mengeluarkan suara keributan, Aku mengeluarkan melodi, Aku berhasil membuat melodi dan  membuat keributan, Aku berhasil berbicara, Aku berhasil menjerit,  Aku berhasil diam. Aku memandang, Aku melihat lagi pandangan-pandangan itu, Aku menemukan kesadaran,  Aku lebih memahami lagi sesuatu yang  aku lihat sebelumnya, Aku lebih memahami pandangan-pandangan itu, Aku mempersepsi, Aku mempersepsi lagi persepsi-persepsi yang telah dipersepsi, Aku telah memiliki kesadaran, Aku lebih memahami lagi sesuatu yang  telah dipersepsi, Aku mulai belajar,  Aku mulai memahami kata-kata, Aku mulai memahami kata-kata kerja, Aku mulai memahami kalimat-kalimat telah dan sedang, Aku mulai memahami nama-nama benda, Aku mulai memahami tunggal dan jamak,  Aku mulai memahami kalimat ‘orang  ketiga’, Aku bisa memilah disini dan disana, Aku mulai memahami waktu dengan  isyarat, Aku mulai membedakan kata sifat, Aku mulai memahami perbedaan baik dan buruk, Aku mulai memahami kepemilikan, Aku mulai memahami milikku, Aku mulai membedakan milikmu, Aku mulai merangkai realitas diriku, Aku mulai bertanggung jawab atas  pernyataan-pernyataanku, Aku telah menjadi relasi-relasi dari pernyataanku, Aku telah menjadi objek dari  pernyataanku, Aku mulai bertanggung jawab atas relasi-relasi tersebut, Aku telah berubah menjadi terbuka atau  tertutupnya mulutku, Aku telah berubah menjadi sebuah rangkaian keangkuhan alfabet, Aku hidup dalam kurun waktu tertentu, Aku mulai berpikir tentang awal dan akhir, Aku mulai berpikir tentang diriku,  Aku mulai berpikir tentang orang lain, Aku mulai keluar dari tabiat, Aku telah menjadi,  Aku bukan lagi tabiat, Aku telah memiliki pilihan, Aku mulai memahami bahwa engkau bukan diriku, Aku mulai bisa menjelaskan pilihanku, Aku mulai bisa mendiamkan pillihanku, Aku mampu menginginkan sesuatu, Aku mampu tidak menginginkan sesuatu, Aku telah menjadi, Aku mulai bertanggung jawab, Aku mampu makan dengan tanganku  sendiri, Aku mampu tidak lagi mengotori badanku, Aku telah mampu mendengarkan nasehatorang lain, Aku telah mampu menghindar dari  keburukan-keburukan, Aku telah mampu membedakan antara  panas dan dingin, Aku mampu untuk tidak bermain-main lagi, Aku mampu memilah antara baik dan  buruk, Aku berusaha melakukan sesuai dengan  permainan yang disepakati, Aku bertanggungjawab agar tidak lari dari kesepakatan, Aku mampu tidak melakukan sesuatu dari yang tidak disepakati, Aku mampu menjauh dari apa yang tidak disepakati, Aku suatu ketika mampu tidak melakukan dosa, Aku suatu ketika mampu melewati batas-batas yang disepakati, Aku suatu ketika patuh dalam pekerjaan, Aku suatu ketika tak patuh dalam  pekerjaan, Aku telah menjadi,  Aku telah bertanggungjawab,  Aku menjadi penyebab, Aku terpaksa membayar pilihan-pilihanku, Aku terpaksa membayar pilihan-pilihan masa laluku, Aku terpaksa membayar waktuku, Aku baru saja menginjakkan kakiku  diwaktu ini, Keniscayaan ruang dan waktu mana yang aku langgar, Keniscayaan kaidah logika mana yang aku langgar, Keniscayaan rahasia mana yang aku  langgar, Akal sehat manakah yang aku langgar, Kaidah-kaidah keabadian eksistensi mana yang  aku langgar, Kaidah cinta mana yang pernah aku  langgar, Kaidah permainan mana yang pernah aku langgar, Kaidah keindahan mana yang pernah aku  langgar, Kaidah seni mana yang aku langgar, Kaidah diam dan kebebasan mana yang  aku langgar, Apakah kaidah, logika, cinta, rahasia,  permainan, keindahan, seni, diam,  kebebasan, ruang dan waktu pernah aku  langgar? Aku telah melakukan, Aku menghindar untuk melakukan, Aku menunjukkan eksistensiku,  Aku dengan pikiran menunjukkan  eksistensiku, Aku dengan bahasa aku tunjukkan eksistensiku, Aku menyatakan wujudku sendiri, Aku menyatakan wujudku pada yang lain, Aku menyatakan wujudku kepada ILahi, Aku pergi, Aku pergi dengan tujuan, Aku pergi dengan tujuan walau tak  mengerti tujuan itu apa, Aku pergi tanpa tujuan, Aku pergi dengan arah walau tanpa tujuan, Aku adalah tujuan, Aku memikirkan yang orang lain  membicarakannya, Aku membicarakan yang orang lain  memikirkannya, Aku seharusnya berbicara keras namun  aku berbisik, Aku seharusnya berbisik namun aku teriak, Aku berbicara pada orang dimana  berbicara padanya adalah keburukan, Aku mengucapkan salam dimana ucapan salam padanya adalah pengkhianatan. Karya...

Thursday, November 5, 2015

Bahasa dan Persoalan Kontradiksi

Pembahasan kali ini adalah hasil dari perdebatan sesama penghuni di Grup Telegram "Dialektika Pemikiran". Grup ini akan melaksanakan kajian tiap malam jumat. Malam jumat kemarin 5-11-2015 membahas mengenai bahasa dan persoalan-persoalan ketiadaan seperti kontradiksi.  Berikut ini beberapa hasil diskusi yang sempat kami edit; 1) Persoalan bahasa dalam logika tidak sama dengan pembahasan bahasa dalam filsafat. namun struktur pembahasan bahasa dalam logika menjadi landasan pembahasan dan mempengaruhi pembahasan bahasa dalam filsafat khususnya...